LPPM Universitas PGRI Semarang
(024) 8316377
lppm@upgris.ac.id

Perkuat Literasi dan Numerasi, KKN UPGRIS di Tengah Pandemi Covid-19

Kkn upgris

Pandemi covid-19, ,membuat penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Mengambil tema Literasi dan Numerasi, nantinya para mahasiswa KKN difokuskan pada adaptasi kebiasaan baru dalam rangka pencegahan Covid-19. 

Terutama untuk program literasi dan numerasi, menjadi piloting program kampus mengajar dalam pendampingan siswa SD belajar dari rumah. Kegiatan tersebut dilakukan di masing-masing domisili para mahasiswa peserta KKN.

“KKN Covid-19 Literasi dan Numerasi ini merupakan aktualisasi kolaborasi antara Ditjen Dikti Kemendikbud, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), LPPM UPRIS, Pemda, serta stakeholder lainnya, yang berfokus pada adaptasi kebiasaan baru dalam rangka pencegahan Covid-19,” papar Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN LPPM UPGRIS, Arisul Ulumuddin, S.Pd, M.Pd disela kegiatan Penyegaran DPL KKN Tematik Covid-19 Literasi dan Numerasi di kampus I Sidodadi Semarang, Jumat (7/8).

Nantinya, Kemendikbud menyedikan materi pelatihan termasuk penguasaan materi, pengajaran dan modul literasi numerasi SD daring, selama KKN berlangsung.
“Melalui kegiatan KKN tematik ini, kita harapkan mahasiswa dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat di tengah pandemik Covid-19. Mereka akan berperan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan mendampingi masyarakat yang terdampak pandemi,” tambah Arisul.

Sementara, Wakil Rektor IV UPGRIS Ir. Suwarno Widodo, M.Si menandaskan, melalui kegiatan penyegaran tersebut, para dosen pendamping lapangan (DLP) yang akan mendampingi mahasiswa KKN, mampu menjadi pembimbing yang kreatif dalam memecahkan masalah, memiliki jiwa pengabdi, dan menjadi teladan. 

“Dalam situasu pandemi seperti ini, proses pendampingan yang dilakukan tentu disesuaikan. Termasuk dalam pelaksanaan KKN. Nantinya, kegiatan mulai dari menganalisa program, menyusun program hingga konsultasi selama pelaksanaan dilakukan secara daring,” terangnya.

Pelaksanaan KKN juga dilakukan di wilayah masing-masing mahasiswa tinggal, sehingga mereka bisa memberdayakan warga di lingkungan sekitar.

“Apabila memungkinkan, dalam satu daerah juga dapat berkelompok. Namun, itu pun intensitas pertemuan tatap muka juga tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena secara daring, maka sebisa mungkin koordinasi melalui online. Kalau pun harus terjun ke lapangan juga wajib mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Pelaksanaan KKN UPGRIS tematik kali ini diikuti sebanyak 1.218 mahasiswa, yang terdiri dari 20 program studi baik pendidikan atau pun non kependidikan. Mereka akan didampingi oleh 45 DPL.  Sementara, persebaran lokasi KKN yang menyesuaikan lokasi tempat tinggal mahasiswa peserta, menjadikan cakupannya menjadi lebih luas, hingga ke wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua.